Kau
tidak akan tahu betapa hebatnya
kisah ini. Tapi sebelumnya aku beritahu bahwa semua ide ini seluruhnya bukan
berasal dariku, dari seseorang yang seharusnya melakukan itu karena
kecintaannya yang besar kepada Oleander 09.
Inilah foto
resmi mereka (setidaknya ini yang terbaik) ketika mereka dan aku membuat janji
akan memakai kaos itu di sekolah. Tepatnya pada tanggal 21 Januari 2011. Ah,
ingin sekali aku menjadikan itu sebagai hari peringatan kita bersama. Tanggal
21 Januari, adalah Hari Oleander! Ya, pada awalnya ada begitu banyak semangat
dan rasa yang tidak menentu ketika kaos-kaos itu melekat pada kami, terutama
pada anak alumni kelas sebelah yang tidak punya kekompakan seperti itu.
sebetulnya bukan salah kami dan salah mereka; aku sudah berusaha menghilangkan
kecemburuan itu, tapi mereka tidak mau. Ya sudah lah. Hanya saja sebetulnya
rasa tidak nyaman itu tidak terlalu kuindahkan saat kami berfoto ria di depan
teras kampus 3.
Oh, sudahlah
tentang nostalgianya. Sekarang kita akan beralih pada sejarah kaos itu sendiri
yang dengan bangga aku anggap sebagai mahakarya, sebuah kenang-kenangan yang
tidak bisa dibeli oleh apapun. Tapi sebelumnya, cerita ini dimulai oleh satu
orang yang sangat luar biasa yang pada awalnya menawarkanku ide itu. Ialah Muti
yang pertama kali membuat gagasan ini (setidaknya itu yang aku tahu). Ia
berkata bahwa bagaimana jika kita membuat kaos alumni Oleander? Aku sedikit
bingung karena mereka sekarang sudah kelas 6 dan keanggotaan mereka sudah
tercampur di kelas mereka yang baru. Namun melihat kegigihannya, dan juga
peluang bahwa ia memiliki kenalan di sebuah produksi kaos, aku memutuskan untuk
mendukungnya. Pada awalnya semua tampak gamang, dan beberapa tidak terlalu
antusias namun sambutannya tetap hangat. Baik mereka yang ada di Raflessia
maupun di Allamanda sedikit menantikan apakah proyek ini akan berhasil. Aku
sudah meyakinkan Muti bahwa aku akan membuat itu berhasil dan memang itu
terjadi!
Muti hanya
memberiku sedikit konsep. Tapi itu sudah lebih dari cukup. Jadi sebetulnya,
yang mendesain kaos itu adalah Muti, dengan sedikit modifikasi dariku dan saran
dari kenalannya di C59, Nuri. Tapi kemudian muncul ide untuk membuat logo. Aku
terus terang meski pandai menggambar aku kurang bisa membuat konsep gambar.
Akhirnya aku membuat sayembara kepada anak-anak Ole yang pandai menggambar seperti
Daffa Mp dan Qisti untuk membuatkan sebuah konsep logo untuk alumni Oleander
09. Jadilah beberapa pilihan gambar yang bagus-bagus. Aku tawarkan kembali pada
mereka untuk melakukan pemilihan. Bukan pekerjaan yang mudah. Perdebatanpun tak
terhindarkan sampai hanya untuk memilih logo pun, menghambat sekitar 2
mingguan. Tapi akhirnya secara aklamasi, logo buatan Qisti lah yang terpilih.
Dan tak hanya itu. pemilihan warna dasar pun sempat membuatku frustasi karena
ketidaksepakatan mereka dalam menentukan satu warna dasar menghabiskan sampai
sekitar dua mingguan lagi, meski warna biru ditetapkan.
Setelah itu
beres, kami tinggal memikirkan tulisan Oleandernya. Aku berusaha membuat tapi
tetap tidak bagus hingga tanpa sengaja dan tampaknya berawal dari keacuhan,
Icha membuat guratan yang cukup bagus. Saat itu tidak terlalu kentara tapi
karena tidak ada lagi dan mengejar tenggat waktu (kaos itu harus selesai
sebelum libur semester II), aku anggap itu format tulisan resmi yang paling
bagus. Desain pun keluar. Dan pemilihan kali ini tidak terlalu sulit, tinggal
mencari pemenuhan kuota, karena jumlah anak Ole sedikit dan jumlah yang
ditentukan C59 dikisaran 25 orang ke atas. Aku pun berusaha membujuk guru-guru
lain yang pernah mengajar mereka di kelas 5 dulu untuk ikut. Harganya memang
agak mahal karena kita membuat di bawah kuota resmi. Aku juga membuat surat
untuk menggalang dana pada orang tua mereka. Untunglah jumlah guru yang ikut
pun banyak sehingga kuota terpenuhi. Hanya saja sayang Bu Feni tidak mau ikut
padahal aku berharap dia mau karena dia adalah koordinatorku dulu. Voila!
Segalanya berjalan sebagaimana yang kita harapkan.
Dari kisah
ini, sebetulnya aku sangat berterima kasih pada ketiga orang siswiku, yaitu
Muti si penggagas dan desainer, Qisti sang pembuat logo dan Icha yang membuat
format tulisan resmi Oleander yang meski awalnya tampak asal-asalan tapi
setelah diterapkan ternyata bagus sekali. Ini tentu saja berkat bantuan dari
Nuri yang bisa merealisasikan segala konsep kami. Tapi yang jelas, proyek kaos
alumni ini tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kontribusi mereka. Aku sangat
senang dan bangga bahwa aku mempunyai kenangan yang tak lekang waktu. Sebagai
pengingat yang manis kepada anak-anakku Oleander 09 yang sangat kucintai.
Mengatakan pada dunia bahwa aku pernah menjadi bagian dari sejarah mereka,
dengan mencantumkan namaku bersama mereka di atas ukiran panggung berhuruf
putih dalam lautan biru. Dan inilah mahakarya itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar