Senin, 19 Desember 2011

GRAMMAR IS EASY!


“How to make a sentence”
Sebetulnya penulis ingin membuat artikel ini dalam versi bahasa Inggrisnya. Namun untuk kepentingan pemahaman yang lebih mendalam, penulis memutuskan untuk menuliskannya dalam versi Bahasa. ^^
Grammar masih menjadi “monster” bagi kebanyakan anak didik kita yang duduk di bangku kelas menengah. Bagaimana tidak, selain karena tuntutan akademik yang memang sudah tercanangkan dalam silabus pendidikan kita, mereka akan menjumpainya dalam Ujian Nasional nanti di kelas 3. Tapi ada faktor ketiga yang lebih penting; grammar sudah harus menjadi alat siap guna dalam berkomunikasi bagi anak didik kita, tidak hanya dalam ranah percakapan, namun juga dalam segi penulisan atau essai. Tidak dapat dipungkiri bahwa grammar adalah tulang punggung tata bahasa Inggris yang baik dan berterima secara umum dan formal. Pendek kata, untuk dapat berbahasa Inggris yang baik, maka kita pun harus menguasai Grammar dengan baik pula.
Ketakutan acapkali bermula dari keruwetan tata struktur dan rumus yang mesti dihafal. Dari segi itu semata, maka ketakutan mereka dapat diterima. Namun untuk semua bahasa di dunia – baik itu bahasa Perancis, Jerman, Jepang, Korea atau bahkan bahasa Indonesia sekalipun, masalah “keruwetan” itu akan tetap muncul. Tapi ada kabar gembiranya. Seberat-beratnya beban dalam menguasai gramatikal Bahasa Inggris, tapi jika disampaikan dengan strategi yang mudah dipahami – dengan sedikit mengesampingkan unsur-unsur kecil lainnya untuk kepentingan pemahaman yang lebih cepat, maka mereka yang selalu mengatakan “grammar is hard” akan mengubah pernyataan mereka menjadi “grammar is easy”.  

Kita tidak akan membicarakan proses bagaimana menjadi guru bahasa Inggris yang baik. Kita akan membahas bagaimana merangkai “puzzle-puzzle kesulitan” dalam proses belajar bahasa Inggris menjadi sesuatu yang mudah. Hanya satu prasyarat penting saja untuk menunjang semua itu; yaitu pembendaharaan kata yang kaya raya. Ada begitu banyak cara untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris, tapi bukan di sini tempatnya. Di sini, kita akan mencoba melakukan sebuah keniscayaan eksperimen bahwa membuat kalimat bahasa Inggris itu semudah membalikkan telapak tangan.
           “How to make a sentence” – Bagaimana membuat kalimat yang sederhana. Oke, untuk tataran yang paling mudah, seperti dalam bahasa Indonesia, kalimat harus minimal berpola S – P (Subjek dan Predikat).  Subjek adalah orang yang melakukannya dan kau bisa menyimpan di posisi itu kata benda (Noun) – apa saja. Kedua adalah predikat atau kata kerja (verb). Nah, untuk materi kali ini kita akan menggunakan kata kerja yang sama yaitu “Like
Saya terbiasa menciptakan kode-kode baru untuk menjabarkan sesuatu. Marilah kita taruh ada 3 rumus like, yaitu R1, R2 dan R3. Masing-masing kode ini punya pola yang sedikit berbeda karena membawa kepentingannya sendiri.
R1 berpola S + Like + Ving. Kode ini untuk menyatakan kesukaan atau hobi kita. Perhatikan untuk symbol Ving di atas. Ving artinya kata kerja yang berakhiran –ing setelah ada kata Like. Jika kita ingin mengatakan bahwa aku suka berenang, maka pakailah kode ini. maka kalimat dalam bahasa Inggrisnya akan menjadi I LIKE SWIMMING atau SHE LIKES COOKING dan lain sebagainya.
R2 berpola S + Like + to V. kode ini untuk menyatakan sesuatu yang kita suka tapi dengan nilai rasa yang tidak sama dengan pola R1 (lebih rendah). Tapi umumnya kode ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukan. Symbol to V artinya kata kerja sesudah Like itu diawali dengan to tanpa akhiran – ing. Sehingga jika kita akan mengatakan aku akan pergi maka kalimatnya menjadi I LIKE TO GO.
R3 berpola S + Like + O. kode ini untuk menyatakan kesukaan kita atas sesuatu atau suatu benda di luar kata kerja. Symbol S dan O artinya kita bisa memasukan kata benda (Noun) apapun yang kita inginkan. Ingat, pola ini hanya untuk benda yang kita suka. Misalnya aku suka musik. Maka akan menjadi I LIKE MUSIC. Atau aku suka permainan ini, maka kalimatnya adalah I LIKE THIS GAME.
Nah, mudah kan, dan kalian pasti bisa mencoba dan membuat kalimat-kalimat lainnya. Tapi jangan lupa, berbahasa itu juga merupakan gaya. Masing-masing kita punya gaya bahasa yang unik. Maksudnya adalah, untuk tujuan tertentu, kalian boleh memilih pola yang mana saja sesuai kebutuhan. Contohnya adalah kode R1 dan R3. Jika kita bermaksud mengatakan aku suka makan pisang, maka pakailah yang R1 tapi jika kita pun ingin mengatakan aku suka pisang tanpa menyebutkan kata makan. Maka pakailah R3. Keduanya tidak mengubah makna yang berarti kan?
Selamat mencoba. (Arafah, 20/12/11) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar