“How to make a sentence”
Sebetulnya penulis
ingin membuat artikel ini dalam versi bahasa Inggrisnya. Namun untuk
kepentingan pemahaman yang lebih mendalam, penulis memutuskan untuk
menuliskannya dalam versi Bahasa. ^^
Grammar masih menjadi “monster” bagi kebanyakan anak
didik kita yang duduk di bangku kelas menengah. Bagaimana tidak, selain karena
tuntutan akademik yang memang sudah tercanangkan dalam silabus pendidikan kita,
mereka akan menjumpainya dalam Ujian Nasional nanti di kelas 3. Tapi ada faktor
ketiga yang lebih penting; grammar sudah harus menjadi alat siap guna dalam
berkomunikasi bagi anak didik kita, tidak hanya dalam ranah percakapan, namun
juga dalam segi penulisan atau essai. Tidak dapat dipungkiri bahwa grammar
adalah tulang punggung tata bahasa Inggris yang baik dan berterima secara umum
dan formal. Pendek kata, untuk dapat berbahasa Inggris yang baik, maka kita pun
harus menguasai Grammar dengan baik pula.
Ketakutan acapkali bermula dari keruwetan tata
struktur dan rumus yang mesti dihafal. Dari segi itu semata, maka ketakutan
mereka dapat diterima. Namun untuk semua bahasa di dunia – baik itu bahasa
Perancis, Jerman, Jepang, Korea atau bahkan bahasa Indonesia sekalipun, masalah
“keruwetan” itu akan tetap muncul. Tapi ada kabar gembiranya. Seberat-beratnya
beban dalam menguasai gramatikal Bahasa Inggris, tapi jika disampaikan dengan
strategi yang mudah dipahami – dengan sedikit mengesampingkan unsur-unsur kecil
lainnya untuk kepentingan pemahaman yang lebih cepat, maka mereka yang selalu
mengatakan “grammar is hard” akan
mengubah pernyataan mereka menjadi “grammar
is easy”.
Kita tidak akan membicarakan proses bagaimana menjadi
guru bahasa Inggris yang baik. Kita akan membahas bagaimana merangkai “puzzle-puzzle kesulitan” dalam proses
belajar bahasa Inggris menjadi sesuatu yang mudah. Hanya satu prasyarat penting
saja untuk menunjang semua itu; yaitu pembendaharaan kata yang kaya raya. Ada begitu
banyak cara untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris, tapi bukan di sini
tempatnya. Di sini, kita akan mencoba melakukan sebuah keniscayaan eksperimen
bahwa membuat kalimat bahasa Inggris itu semudah membalikkan telapak tangan.
“How to make a sentence” – Bagaimana membuat
kalimat yang sederhana. Oke, untuk tataran yang paling mudah, seperti dalam
bahasa Indonesia, kalimat harus minimal berpola S – P (Subjek dan Predikat). Subjek adalah orang yang melakukannya dan kau bisa
menyimpan di posisi itu kata benda (Noun) – apa saja. Kedua adalah
predikat atau kata kerja (verb). Nah, untuk materi kali ini
kita akan menggunakan kata kerja yang sama yaitu “Like”
Saya terbiasa menciptakan kode-kode baru untuk
menjabarkan sesuatu. Marilah kita taruh ada 3 rumus like, yaitu R1, R2 dan R3. Masing-masing kode ini
punya pola yang sedikit berbeda karena membawa kepentingannya sendiri.
R1 berpola S + Like + Ving. Kode ini untuk menyatakan kesukaan atau hobi kita.
Perhatikan untuk symbol Ving di atas. Ving artinya kata kerja yang berakhiran –ing
setelah ada kata Like. Jika kita ingin mengatakan bahwa aku suka berenang, maka pakailah kode ini. maka kalimat dalam
bahasa Inggrisnya akan menjadi I LIKE
SWIMMING atau SHE LIKES COOKING
dan lain sebagainya.
R2 berpola S + Like + to V. kode ini untuk menyatakan sesuatu yang kita suka
tapi dengan nilai rasa yang tidak sama dengan pola R1 (lebih rendah). Tapi umumnya kode ini digunakan untuk menyatakan
sesuatu yang akan dilakukan. Symbol to V artinya kata kerja sesudah Like
itu diawali dengan to tanpa akhiran – ing. Sehingga jika kita akan mengatakan aku akan pergi maka kalimatnya menjadi I LIKE TO GO.
R3 berpola S + Like + O. kode ini untuk menyatakan kesukaan kita atas sesuatu
atau suatu benda di luar kata kerja. Symbol S dan O artinya kita
bisa memasukan kata benda (Noun) apapun yang kita inginkan. Ingat,
pola ini hanya untuk benda yang kita suka. Misalnya aku suka musik. Maka akan menjadi I LIKE MUSIC. Atau aku suka
permainan ini, maka kalimatnya adalah I
LIKE THIS GAME.
Nah, mudah kan, dan kalian pasti bisa mencoba dan
membuat kalimat-kalimat lainnya. Tapi jangan lupa, berbahasa itu juga merupakan
gaya. Masing-masing kita punya gaya bahasa yang unik. Maksudnya adalah, untuk
tujuan tertentu, kalian boleh memilih pola yang mana saja sesuai kebutuhan. Contohnya
adalah kode R1 dan R3. Jika kita bermaksud mengatakan aku suka makan pisang, maka pakailah
yang R1 tapi jika kita pun ingin
mengatakan aku suka pisang tanpa
menyebutkan kata makan. Maka pakailah R3.
Keduanya tidak mengubah makna yang berarti kan?
Selamat mencoba. (Arafah,
20/12/11)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar